Apakah pikiran itu ada?

Minggu, 12 Juli 2015

Banyak ilmuwan dan para pendukungnya mengatakan bahwa pikiran hanya sekedar produk sampingan dari otak kita, jadi dalam sesi tanya jawab setelah ceramah, saya sering ditanya:”Apakah pikiran itu ada? Jika ya, dimana?

Apakah di dalam tubuh? Atau kah di luar? Atau di mana-mana dan meliputi segalanya? Di manakah pikiran itu?”

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya memandu sebuah demonstrasi sederhana.

Saya bertanya kepada para hadirin: ” Jika saat ini Anda sedang bahagiam tolong angkat tangan kanan Anda. Jika Anda sedang sedih, meskipun cuma sedikit, tolong angkat tangan kiri Anda.” Hampir semua hadirin mengangkat tangan kanannya, sebagian betulan, sisanya karena gengsi.

“Nah”, lanjut saya, “mereka yang sedang bahagia, tolong tunjukkan kebahagiaan itu dengan jari tangan kanan Anda. Bagi yang sedang sedih, tolong tunjukkan kesedihan itu dengan jari tangan kiri Anda.Tunjukkan tempatnya kepada saya.”

Para hadirin mulai menari-narikan jari jemarinya ke atas dan ke bawah. Lalu mereka menoleh sekilas ke sekitarnya dan menemukan kebingungan yang sama. Saat mereka menyadari apa pesan yang ingin disampaikan, mereka semua tertawa.

Kebahagiaan itu nyata. Kesedihan itu ada. Tak diragukan lagi bahwa kedua-duanya memang eksis. Namum, Anda tidak dapat menunjukkan lokasi dari realita itu di mana pun di dalam tubuh Anda, di luar tubuh, atau di manapun juga.

Ini karena kebahagiaan dan kesedihan adalah bagian dari teritori eksklusif pikiran. Mereka termasuk bagian dari pikiran, seperti bunga dan ilalang yang merupakan bagian dari sebuah taman. Fakta bahwa bunga dan ilalang itu eksis membuktikan bahwa taman pun eksis. Demikian pula, fakta bahwa kebahagiaan dan kesedihan itu eksis, membuktikan bahwa pikiran pun eksis.

Penyadaran bahwa Anda tidak dapat menunjukkan di mana lokasi kebahagiaan dan kesedihan menunjukkan bahwa Anda tidak dapat menempatkan pikiran di dalam ruangan tiga dimensi. Tentu saja, mengingat bahwa pikiran adalah hal terbesar di dunia, pikiran tidak bisa berada di dalam ruang tiga dimensi, tetapi ruang tiga dimensi lah yang berada di dalam pikiran. Pikiran merupakan hal terbesar di dunia, di dalamnya tergantung alam semesta.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Project Motivasi © 2015 | Designed by Interline Cruises